Kamis, 20 Februari 2020

AUTOMUTILASI (CUTTING)



AUTOMUTILASI (CUTTING)




Automutilasi  terdiri dari kata “Auto = diri sendiri; dan Mutilasi = memotong, melukai, dll, 
Jadi secara singkat artinya adalah: Melukai diri sendiri sebagai pelampiasan rasa sakit dalam jiwa/batin.



Automutilasi dikenal juga sebagai Self-cutting.




AUTOMUTILASI DI KALANGAN REMAJA


Fenomena ini kerap ditemui dikalangan para remaja di jenjang usia antara 12-18 tahun.  Masa ini ditandai dengan berbagai macam transformasi baik secara fisik, maupun psikis, konflik pribadi dan lingkup sosial, masa pubertas dan massa dimana para remaja mulai mencari identidas sendiri sebagai seorang pribadi.

Masa ini juga ditandai dengan berbagai macam kegelisahan, tingkah laku yang tergolong “aneh” yang bahkan remaja sendiri tidak menyadari dan tidak tahu solusi untuk masalahnya. Automutilasi kerap terjadi pada para remaja yang mengalami konflik baik dalam persepsinya tentang dirinya sendiri, maupun terhadap lingkungan di sekitar.




Para remaja menghadapi situasi yang kerap disebut sebagai “adolescence Syndrome”.

Para remaja menemukan jati diri, ber-eksperimen dengan seksualitasnya, rasa suka/rasa tidak suka terhadap figura tau orang tertentu. 
Saat dimana juga para remaja sangat suka berada bersama dengan sesama remaja dan membentuk kelompok/grup.






MELUKAI TUBUH UNTUK MELAMPIASKAN GEJOLAK/KONFLIK BATIN


Jika pada masa masa ini, para remaja mengalami gejolak, baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungannya,  mis: rasa rendah diri, penampilan kurang memuaskan, ditolak atau di bully teman2nya, mengalami kekerasan verbal dan seksual dalam keluarga atau lingkungan, overprotection dari orang tua, banyaknya tuntutan tentang nilai disekolah, dll; kerapkali yang menjadi sasaran pelarian mereka adalah diri mereka sendiri.

Karena mereka yakin, dengan melukai tubuhnya, mereka bisa melampiaskan rasa sakit di dalam jiwanya menjadi rasa sakit yang nyata di tubuhnya.

Bagian bagian tubuh yang sering dilukai pada umunya adalah tangan dan lengan, paha, tapi ada pula yang menggigit tangan atau menusuk tubuhnya dengan mata pensil atau benda tajam lainnya.









INTERVENSI



Jika anda menemukan situasi seperti ini, atau jika hal itu terjadi kepada salah satu anggota keluarga anda, hal hal yang harus anda lakukan adalah:




-   1. Jangan menghakimi (nge-judge), anda tidak tahu sedalam apa penderitaaan seseorang dan apa yang bergejolak di dalam batinnya.

2. Dekati dan jadilah pendengar untuknya, usahakan jangan terlalu banyak menasehati. Cukup tunjukkan bahwa anda peduli dengannya. Banyaknya kata kata tak selalu bisa menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya, justru menambah.


·     3. Jika kondisi yang anda temukan sudah parah, segera bawa ke Psikolog, psikiater atau terapis lainnya.

·    4. Ajak anggota keluarga untuk memberikan dukungan moril padanya, dalam hal ini, orang tua dan seluruh keluarga, pihak sekolah harus bekerja sama untuk memberi dukungan kepada remaja yang memutilasi tubuhnya.

·   5. Ajak untuk melakukan aktifitas fisik, misalnya olah raga (joging, menari, aerobik), liburan ke desa atau ke tempat2  wisata, nonton, piknik, memulai menekuni hoby baru,  dll


 


So… jadilah penopang untuk mereka yang menderita hal ini. 

Anda mungkin berpikir bahwa itu hanyalah trik mereka untuk mendapatkan perhatian, tapi apakah salah atau dosa untuk menerima perhatian dan cinta dari orang lain? Automutilasi adalah problem yang serius dan jangan anda anggap sepele. 

Automutilasi juga merupakan gejala  awal dari keinginan untuk bunuh diri (suicide). 


Lebih baik mencegah daripada mengobati!


Menjadi penopang untuk orang yang membutuhkan, adalah juga bentuk kepedulian terhadap kehidupan.


Save the Life!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar