AUTOMUTILASI
(CUTTING)
Automutilasi terdiri dari kata “Auto = diri sendiri; dan
Mutilasi = memotong, melukai, dll,
Jadi secara singkat artinya adalah: Melukai
diri sendiri sebagai pelampiasan rasa sakit dalam jiwa/batin.
Automutilasi
dikenal juga sebagai Self-cutting.
AUTOMUTILASI DI KALANGAN REMAJA
Fenomena
ini kerap ditemui dikalangan para remaja di jenjang usia antara 12-18
tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai
macam transformasi baik secara fisik, maupun psikis, konflik pribadi dan
lingkup sosial, masa pubertas dan massa dimana para remaja mulai mencari
identidas sendiri sebagai seorang pribadi.
Masa
ini juga ditandai dengan berbagai macam kegelisahan, tingkah laku yang
tergolong “aneh” yang bahkan remaja sendiri tidak menyadari dan tidak tahu
solusi untuk masalahnya. Automutilasi kerap terjadi pada para remaja yang
mengalami konflik baik dalam persepsinya tentang dirinya sendiri, maupun
terhadap lingkungan di sekitar.
Para
remaja menghadapi situasi yang kerap disebut sebagai “adolescence Syndrome”.
Para remaja menemukan jati diri, ber-eksperimen dengan seksualitasnya, rasa
suka/rasa tidak suka terhadap figura tau orang tertentu.
Saat dimana juga para
remaja sangat suka berada bersama dengan sesama remaja dan membentuk
kelompok/grup.
MELUKAI TUBUH UNTUK MELAMPIASKAN GEJOLAK/KONFLIK BATIN
Jika
pada masa masa ini, para remaja mengalami gejolak, baik dari dalam dirinya
sendiri maupun dari lingkungannya, mis:
rasa rendah diri, penampilan kurang memuaskan, ditolak atau di bully teman2nya,
mengalami kekerasan verbal dan seksual dalam keluarga atau lingkungan,
overprotection dari orang tua, banyaknya tuntutan tentang nilai disekolah, dll;
kerapkali yang menjadi sasaran pelarian mereka adalah diri mereka sendiri.
Karena mereka yakin, dengan melukai tubuhnya, mereka bisa melampiaskan rasa
sakit di dalam jiwanya menjadi rasa sakit yang nyata di tubuhnya.
Bagian
bagian tubuh yang sering dilukai pada umunya adalah tangan dan lengan, paha,
tapi ada pula yang menggigit tangan atau menusuk tubuhnya dengan mata pensil
atau benda tajam lainnya.
INTERVENSI
Jika
anda menemukan situasi seperti ini, atau jika hal itu terjadi kepada salah satu
anggota keluarga anda, hal hal yang harus anda lakukan adalah:
- 1. Jangan
menghakimi (nge-judge), anda tidak
tahu sedalam apa penderitaaan seseorang dan apa yang bergejolak di dalam
batinnya.
2. Dekati
dan jadilah pendengar untuknya, usahakan jangan terlalu banyak menasehati.
Cukup tunjukkan bahwa anda peduli dengannya. Banyaknya kata kata tak selalu
bisa menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya, justru menambah.
· 3. Jika
kondisi yang anda temukan sudah parah, segera bawa ke Psikolog, psikiater atau terapis
lainnya.
· 4. Ajak
anggota keluarga untuk memberikan dukungan moril padanya, dalam hal ini, orang
tua dan seluruh keluarga, pihak sekolah harus bekerja sama untuk memberi
dukungan kepada remaja yang memutilasi tubuhnya.
· 5. Ajak
untuk melakukan aktifitas fisik, misalnya olah raga (joging, menari, aerobik),
liburan ke desa atau ke tempat2 wisata,
nonton, piknik, memulai menekuni hoby baru, dll
So… jadilah penopang
untuk mereka yang menderita hal ini.
Anda mungkin berpikir bahwa itu hanyalah
trik mereka untuk mendapatkan perhatian, tapi apakah salah atau dosa untuk
menerima perhatian dan cinta dari orang lain? Automutilasi adalah problem yang
serius dan jangan anda anggap sepele.
Automutilasi juga merupakan gejala awal dari keinginan untuk bunuh diri
(suicide).
Lebih
baik mencegah daripada mengobati!
Menjadi
penopang untuk orang yang membutuhkan, adalah juga bentuk kepedulian terhadap
kehidupan.
Save the Life!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar