Rekreasi Terpimpin dalam kelompok
Manusia
adalah mahluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan
orang lain. Hidup bersama dalam kelompok adalah suatu kebutuhan essencial dalam
diri setiap manusia.
dalam kebersamaan, dapat kita nikamti kebahagiaan, canda tawa dan berbagai hal indah lain yang membuat kita bisa bergembira, menghilangkan rasa lelah dan ketegangan.
Di
bawah ini ada variasi jenis permainan yang bisa digunakan secara kelompok untuk
bersosialisasi, dalam rekreasi terpimpin,
seminar , pertemuan, di sekolah, di lingkungan RT/RW dalam perayaan dan
hari raya penting lainnya, di lingkungan gereja atau dimana saja.
Permainan
permainan ini saya kumpul dari beberapa sumber seperti buku tentang Rekreasi Terpimpin, dan juga seminar seminar yang saya
ikuti. So, selamat praktek untukmu guys and ladies! Semoga sukses selalu.
1.
Mencari Harta Karun
Tujuan: Estimulasi kerja sama dalam suatu kelompok.
Bahan: Ruangan (terbuka/tertutup, halaman, lapangan); Bola bola kecil
jenis pingpong atau bola kasti sebanyak mungkin.
Durasi
permainan: tergantung pemimpin
Batasan umur: 4 tahun ke atas.
Cara Bermain: Bola bola diserak di ruangan atau lapangan, sebisa mungkin
dibagi bagi sampai terbagi secara rata di seluruh ruangan yang dimaksud,
kemudian pemimpin meminta anggota
kelompok untuk membentuk kelompok kecil maksimal 3 orang (trio) dan kepada trio
ini diberi komando agar mengumpulkan sebanyak mungkin bola bola tersebut. Siapa
yang mendapatkan bola lebih banyak, dia yang menang.
Variasi: jenis permainan ini bisa dilakukan dalam berbagai cara
misalnya: Mengganti bola dengan kertas, memungut sampah plastik di sekitar,
dll.
2.
Pemburu dan buruan.
Tujuan
Permainan: Pindah tempat, eksplorasi
ruangan, interaksi dengan orang baru, dll
Bahan: Ruangan, Bola kasti, voli dll
Durasi: 10 menit
Batas usia: 7-18 tahun
Cara bermain: Pemimpin membagi peserta menjadi dua kelompok, kelompok pemburu
dan kelompok yang diburu, diusahakan agar kelompok ini lebih banyak pesertanya
daripara kelompok pemburu dan bisa diberi nama misalnya: Kelompok kancil,
musang dll..)
Kemudian pemimpin memberi aba aba supaya para pemburu memulai
perburuan dengan cara melemparkan bola ke arah yang diburu. Jika bola itu
mengenai buruan, artinya pemburu berhasil menangkapnya. Dan begitu seterusnya
sampai pemburu mengumpulkan sebanyak mungkin hasil buruan.
3.
Permainan “mencari belahan jiwa”
Tujuan: Interaksi antara peserta,mencari pasangan, perkenalan dll
Bahan: Pulpen, kertas
Durasi: Tergantung peserta
Batas usia: 7 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin membagi peserta menjadi dua kelompok dengan jumlah
yang sama (kalau jumlah peserta ganjil, pemimpin permainan bisa ikut serta)
misalnya kelompok A dan B, kemudian di setiap kertas ditulis pernyataan seperti: “Aku adalah sebuah
kolam tanpa ikan, (celana tanpa baju, taman tanpa bunga, dll... semua jenis
objek yang ada pasangannya). Dan sekaligus jawaban seperti: “Aku adalah ikan untuk kolammu, baju untuk
celanamu, bunga untuk tamanmu dll... Usahakan mencari tema yang lucu! Kemudian
pemimpin membagi kertas pernyataan dan jawaban kepada masing masing peserta dan
meminta untuk mulai permainan.
Catatan: pemimpin bisa menyiapkan pernyataan dan jawaban ini jauh hari
sebelumnya maka ketika hari H, pemimpin hanya akan menghitung jumlah peserta
dan mencocokkannya dengan pernyataan dan jawaban yang akan dibagi kepada
kelompok.
4.
Permainan: “Kotak kejutan”
Tujuan: Peserta memperkenalkan diri tanpa menyebut namanya
Bahan: kotak, Cermin rias kecil yang bias dimasukkan ke
dalam kotak.
Durasi: bebas
Batas usia: 15 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin menyiapkan kotak ukuran sedang yang bisa dibuka dan
ditutup dan di dalam kotak diletakkan cermin. Kemudian pemimpin meminta kepada
setiap peserta secara bergilir satu persatu untuk melihat photo orang yang ada
di dalam kotak dan berbicara tentang orang itu tanpa memperkenalkan nama. Peserta
tidak boleh diberitahu bahwa di dalam kotak itu ada cermin. Pemimpin bisa
mengatakan kepada para peserta: Di dalam kotak ini ada photo dari seseorang
yang mungkin kalian kenal, bicaralah tentang dia tanpa menyebutkan namanya, apa
yang kamu kagumi tentang orang ini dan apa yang perlu dilakukannya untuk
menjadi lebih bahagia.
5.
Permainan: “Permen
maut”
Tujuan: Interaksi, usaha dan kerja keras
Bahan: Permen yang terbungkus
Durasi: Bebas
Batas usia: 5 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin meletakkan beberapa permen di meja (bisa
juga di lantai!) para peserta dan kemudian meminta peserta untuk membuka
bungkus permen itu hanya dengan menggunakan mulut. Peserta yang berhasil membuka permen
tersebut bisa memakannya sebanyak mungkin.
6. Permainan: “Koperku”
Tujuan: memicu kreatifitas, bakat dan imajinasi
Bahan: Sebuah koper atau karton yang berisi berbagai macam
objek mulai dari peralatan rumah tangga, alat elektronik dll… (usahakan benda2 yang aneh).
Durasi: bebas
Batas usia: 15 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin menunjuk seorang peserta untuk maju dan memintanya
untuk mengarang cerita tentang koper/karton dan cerita tentang satu persatu
objek yang di dalam. Peserta tidak boleh mengetahui dan melihat jenis objek apa
saja yang ada di dalam dan dia hanya bisa melihatnya ketika benda itu dia
dipamerkan dan mengarang cerita tentangnya.
7.
Permainan: “Hobby dan Persamaan”
Bahan permainan: Kertas, pulpen, meja, kotak
karton/keranjang kecil.
Cara bermain: Pemimpin meminta setiap peserta untuk
menulis hobby (kegemaran), makanan kesukaan, music favorit dll di sebuah kertas
dan kemudian kertas itu dikumpulkan di salah satu keranjang atau kotak, atau
diletakkan di atas satu meja. Kemudian para peserta diundang untuk mengambil
satu kertas secara acak yang terkumpul tadi dan mengatakan apakah ada persamaan
hobby, kesan dan pesan dari kertas yang diambilnya itu. Jika ada yang menyukai lagu/musik yang sama,
kelompok bias menyanyikannya bersama.
8. Permainan: “Motivasi dari dalam”
Persiapan: Lengketkan kertas di punggung masing2 peserta dan
kepada setiap peserta bagikan pulpen.
Cara Bermain: Pemimpin meminta kepada para peserta
untuk menulis apa yang disuruh oleh pemimpin di kertas yang dipunggung peserta
lain (peserta bisa membentuk lingkaran atau bebas). Pemimpin permainan bisa
meminta menulis misalnya: hal hal baik apakah yang dimiliki orang ini? Apa yang
kamu sukai dari orang ini, dll…
9. Permainan: “Siapakah kamu untukku?”
Persiapan: Pemimpin meminta peserta untuk menulis satu surat
yang ditujukan kepada dirinya sendiri (sipengirim dan sipenerima orang yang sama),
seolah olah menulis untuk seorang sahabat atau teman. Temanya bebas, tergantung suasana hati peserta pada saat itu.
Cara Bermain: masing masing peserta menulis satu surat yang ditulis dan
dialamatkan kepada dirinya sendiri. Dan kemudian menutup surat itu dalam amplop dan
menyerahkannya kepada pemimpin.
Di akhir pertemuan, pemimpin memberi
surat itu kepada sipenerima, dan meminta peserta untuk membaca secara pribadi
dan mengungkapkan apa yang berkesan.
Catatan: Pemimpin maupun peserta lain tidak boleh membaca
surat itu. Isinya hanya diketahui oleh dan penerima. Permainan ini
cocok dipraktekkan dalam pertemuan2, retret dll yang durasinya lebih dari dua
hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar