Senin, 17 Februari 2020

REKREASI TERPIMPIN


Rekreasi  Terpimpin dalam kelompok


Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Hidup bersama dalam kelompok adalah suatu kebutuhan essencial dalam diri setiap manusia.

dalam kebersamaan, dapat kita nikamti kebahagiaan, canda tawa dan berbagai hal indah lain yang membuat kita bisa bergembira, menghilangkan rasa lelah dan ketegangan.

Di bawah ini ada variasi jenis permainan yang bisa digunakan secara kelompok untuk bersosialisasi, dalam rekreasi terpimpin,  seminar , pertemuan, di sekolah, di lingkungan RT/RW dalam perayaan dan hari raya penting lainnya, di lingkungan gereja atau dimana saja.

Permainan permainan ini saya kumpul dari beberapa sumber seperti  buku tentang Rekreasi Terpimpin,  dan juga seminar seminar yang saya ikuti.  So, selamat praktek untukmu  guys and ladies! Semoga sukses selalu.



1.   Mencari Harta Karun


Tujuan: Estimulasi kerja sama dalam suatu kelompok.
Bahan: Ruangan (terbuka/tertutup, halaman, lapangan); Bola bola kecil jenis pingpong atau bola kasti sebanyak mungkin.
Durasi permainan: tergantung pemimpin
Batasan umur:  4 tahun ke atas.

Cara Bermain: Bola bola diserak di ruangan atau lapangan, sebisa mungkin dibagi bagi sampai terbagi secara rata di seluruh ruangan yang dimaksud, kemudian  pemimpin meminta anggota kelompok untuk membentuk kelompok kecil maksimal 3 orang (trio) dan kepada trio ini diberi komando agar mengumpulkan sebanyak mungkin bola bola tersebut. Siapa yang mendapatkan bola lebih banyak, dia yang menang.
Variasi: jenis permainan ini bisa dilakukan dalam berbagai cara misalnya: Mengganti bola dengan kertas, memungut sampah plastik di sekitar, dll.




2.   Pemburu dan buruan.


Tujuan Permainan: Pindah tempat, eksplorasi ruangan, interaksi dengan orang baru, dll
Bahan: Ruangan, Bola kasti, voli dll
Durasi: 10 menit
Batas usia: 7-18 tahun
Cara bermain: Pemimpin membagi peserta menjadi dua kelompok, kelompok pemburu dan kelompok yang diburu, diusahakan agar kelompok ini lebih banyak pesertanya daripara kelompok pemburu dan bisa diberi nama misalnya: Kelompok kancil, musang dll..)
Kemudian pemimpin memberi aba aba supaya para pemburu memulai perburuan dengan cara melemparkan bola ke arah yang diburu. Jika bola itu mengenai buruan, artinya pemburu berhasil menangkapnya. Dan begitu seterusnya sampai pemburu mengumpulkan sebanyak mungkin hasil buruan.



3.   Permainan “mencari belahan jiwa”

Tujuan: Interaksi antara peserta,mencari pasangan, perkenalan dll
Bahan: Pulpen, kertas
Durasi: Tergantung peserta
Batas usia: 7 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin membagi peserta menjadi dua kelompok dengan jumlah yang sama (kalau jumlah peserta ganjil, pemimpin permainan bisa ikut serta) misalnya kelompok A dan B, kemudian di setiap kertas  ditulis pernyataan seperti: “Aku adalah sebuah kolam tanpa ikan, (celana tanpa baju, taman tanpa bunga, dll... semua jenis objek yang ada pasangannya). Dan sekaligus jawaban seperti:  “Aku adalah ikan untuk kolammu, baju untuk celanamu, bunga untuk tamanmu dll... Usahakan mencari tema yang lucu! Kemudian pemimpin membagi kertas pernyataan dan jawaban kepada masing masing peserta dan meminta untuk mulai permainan.

Catatan: pemimpin bisa menyiapkan pernyataan dan jawaban ini jauh hari sebelumnya maka ketika hari H, pemimpin hanya akan menghitung jumlah peserta dan mencocokkannya dengan pernyataan dan jawaban yang akan dibagi kepada kelompok.






4.   Permainan: “Kotak kejutan”

Tujuan: Peserta memperkenalkan diri tanpa menyebut namanya
Bahan: kotak, Cermin rias kecil yang bias dimasukkan ke dalam kotak.
Durasi: bebas
Batas usia: 15 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin menyiapkan kotak ukuran sedang yang bisa dibuka dan ditutup dan di dalam kotak diletakkan cermin. Kemudian pemimpin meminta kepada setiap peserta secara bergilir satu persatu untuk melihat photo orang yang ada di dalam kotak dan berbicara tentang orang itu tanpa memperkenalkan nama. Peserta tidak boleh diberitahu bahwa di dalam kotak itu ada cermin. Pemimpin bisa mengatakan kepada para peserta: Di dalam kotak ini ada photo dari seseorang yang mungkin kalian kenal, bicaralah tentang dia tanpa menyebutkan namanya, apa yang kamu kagumi tentang orang ini dan apa yang perlu dilakukannya untuk menjadi lebih bahagia.






5.    Permainan: “Permen maut”


Tujuan: Interaksi, usaha dan kerja keras
Bahan: Permen yang terbungkus
Durasi: Bebas
Batas usia: 5 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin meletakkan beberapa permen di meja (bisa juga di lantai!) para peserta dan kemudian meminta peserta untuk membuka bungkus permen itu hanya dengan menggunakan mulut. Peserta yang berhasil membuka permen tersebut bisa memakannya sebanyak mungkin.



6.   Permainan: “Koperku”

Tujuan: memicu kreatifitas, bakat dan imajinasi
Bahan: Sebuah koper atau karton yang berisi berbagai macam objek mulai dari peralatan rumah tangga, alat elektronik dll… (usahakan benda2 yang aneh).
Durasi: bebas
Batas usia: 15 tahun ke atas
Cara bermain: Pemimpin menunjuk seorang peserta untuk maju dan memintanya untuk mengarang cerita tentang koper/karton dan cerita tentang satu persatu objek yang di dalam. Peserta tidak boleh mengetahui dan melihat jenis objek apa saja yang ada di dalam dan dia hanya bisa melihatnya ketika benda itu dia dipamerkan dan mengarang cerita tentangnya.




7.   Permainan: “Hobby dan Persamaan”


Bahan permainan: Kertas, pulpen, meja, kotak karton/keranjang kecil.
Cara bermain: Pemimpin meminta setiap peserta untuk menulis hobby (kegemaran), makanan kesukaan, music favorit dll di sebuah kertas dan kemudian kertas itu dikumpulkan di salah satu keranjang atau kotak, atau diletakkan di atas satu meja. Kemudian para peserta diundang untuk mengambil satu kertas secara acak yang terkumpul tadi dan mengatakan apakah ada persamaan hobby, kesan dan pesan dari kertas yang diambilnya itu.  Jika ada yang menyukai lagu/musik yang sama, kelompok bias menyanyikannya bersama.




8.   Permainan: “Motivasi dari dalam”


Persiapan: Lengketkan kertas di punggung masing2 peserta dan kepada setiap peserta bagikan pulpen.
Cara Bermain: Pemimpin meminta kepada para peserta untuk menulis apa yang disuruh oleh pemimpin di kertas yang dipunggung peserta lain (peserta bisa membentuk lingkaran atau bebas). Pemimpin permainan bisa meminta menulis misalnya: hal hal baik apakah yang dimiliki orang ini? Apa yang kamu sukai dari orang ini, dll…




9.   Permainan: “Siapakah kamu untukku?”



Persiapan: Pemimpin meminta peserta untuk menulis satu surat yang ditujukan kepada dirinya sendiri (sipengirim dan sipenerima orang yang sama), seolah olah menulis untuk seorang sahabat atau teman. Temanya bebas, tergantung suasana hati peserta pada saat itu.
Cara Bermain: masing masing peserta menulis satu surat yang ditulis dan dialamatkan kepada dirinya sendiri. Dan kemudian menutup surat itu dalam amplop dan menyerahkannya kepada pemimpin.
Di akhir pertemuan, pemimpin memberi surat itu kepada sipenerima, dan meminta peserta untuk membaca secara pribadi dan mengungkapkan apa yang berkesan.

Catatan: Pemimpin maupun peserta lain tidak boleh membaca surat itu. Isinya hanya diketahui oleh  dan penerima. Permainan ini cocok dipraktekkan dalam pertemuan2, retret dll yang durasinya lebih dari dua hari.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar